Pemerintah diperkenalkan pada Jumat terkoordinasi strategi nasional untuk mempromosikan inklusi keuangan dalam upaya untuk membuka akses ke layanan perbankan untuk lebih banyak orang.

Apa yang disebut strategi nasional untuk Inklusi keuangan (SNKI) akan fokus pada enam pilar: Pendidikan Keuangan, Umum pembiayaan fasilitas, pemetaan informasi keuangan, mendukung peraturan, jaringan distribusi dan fasilitas intermediasi dan perlindungan konsumen.

Presiden Joko "Jokowi" Widodo mengatakan dia berharap strategi akan membantu Indonesia, rumah bagi lebih dari 250 juta orang, meningkatkan proporsi warganya yang memiliki rekening bank dari arus 36 persen sampai 75% oleh 2019.

"Ada banyak warga yang tidak ada account bank. Ini membuatnya sulit bagi mereka untuk mendapatkan akses ke pinjaman dari bank atau lembaga keuangan,"kata Presiden di istana negara selama upacara untuk memulai SNKI.

Keberhasilan pelaksanaan SNKI, yang bersama-sama disiapkan oleh Bank Indonesia, Departemen Keuangan dan tim nasional percepatan pengentasan kemiskinan (TNP2K), juga akan membantu pemerintah untuk menyalurkan uang dari program-program bantuan sosial untuk masyarakat lebih efektif, kata Presiden Jokowi.

"Saya telah menginstruksikan Menteri semua tidak untuk mendistribusikan bantuan dana tunai. Mereka harus disalurkan melalui sistem perbankan kami,"kata Presiden. Lihat juga Pertamina Solusi Bahan Bakar Berkualitas dan Ramah Lingkungan di Posting oleh adelia.